BASIC PSYCHOLOGICAL FEATURES IN CYBERSPACE
TEXTING : TEXT-BASED FORM OF COMMUNICATION
Dunia maya sangat berbeda dari dunia nyata. Digitalisasi, hubungan, dan kelompok telah melampaui batas bagaimana dan kapan manusia berinteraksi. Pentingnya untuk mengeksplorasi beberapa fitur psikologis dari dunia maya yang membentuk manusia berperilaku dalam dunia sosial yang maya ini. Lingkungan online berbeda dengan dunia nyata, kita melihat kombinasi sinergistik yang berbeda dari fitur-fitur ini, sehingga menghasilkan kualitas psikologis yang berbeda untuk setiap lingkungan yang akan menentukan apa yang akan dialami oleh diri sendiri dan orang lain. Fitur texting sebagai salah satu elemen mendasar dari model konseptual untuk psikologi dunia maya. Efek dari elemen ini pada individu, kelompok, dan komunitas adalah hal yang penting.
PENGERTIAN TEXTING
Ketika berkomunikasi menggunakan sebuah alat komunikasi, setiap orang memiliki keterbatasan dalam menggunakan indra. Alat indra yang terlibat dalam proses komunikasi menggunakan alat hanya terbatas pada indra penglihatan, pendengaran, dan peraba. Sedangkan, indra penciuman dan perasa sulit untuk dilibatkan dalam berkomunikasi dengan alat. Terlepas dari berkurangnya kualitas penginderaan dalam berkomunikasi melalui teks, maka sebaiknya diperhatikan pula bentuk ungkapan diri melalui teks dengan penulisan yang benar. Sehingga tidak berakibat pada salah penafsiran. E-mail, aplikasi obrolan, pesan instan, SMS, dan blog terus menjadi bentuk interaksi sosial yang paling familiar untuk alasan kemudahan penggunaannya dan biaya yang rendah dibandingkan dengan alat multimedia. Berdasarkan kemampuan kognitif, menggambar berbeda dengan berbicara dan mendengarkan, mengetik pesan teks sebagai ungkapan pikiran dan membaca pikiran orang lain melalui teks adalah cara untuk melihat identitas seseorang, mencoba merasakan perasaan, dan menjalin sebuah hubungan. Hubungan yang dijalin melalui dunia maya secara khusus telah berevolusi menjadi bentuk komunikasi yang sangat kompleks dan berbasis teks.
Pesan teks atau texting adalah praktik membuat dan mengirim singkat, pesan elektronik antara dua atau lebih ponsel, atau perangkat tetap atau portabel melalui jaringan telepon. Texting adalah sebuah istilah yang mengacu pada pembuatan ataupun penulisan dan transmisi pesan teks elektronik singkat antara dua atau lebih pengguna perangkat seluler melalui jaringan. Dahulu mengirim pesan hanya dengan tidak lebih dari 100 karakter, meskipun sekarang telah diperluas untuk bisa juga disertakan konten video, audio, maupun gambar yang dikenal dengan sebutan layanan pesan multimedia atau MMS. Istilah SMS pada awalnya digunakan sebagai entuk pendek dari layanan pesan singkat yang hanya memperbolehkan 144 karakter. Texting pada dasarnya dimulai pada sekitar tahun 1920 – 1930 ketika RCA Communications di New York City pertama kali memperkenalkan layanan telex. Pesan teks pertama dikirim dari New York ke London melalui sirkuit transatlantic RCA.
Texting juga telah mengembangkan tata bahasanya sendiri. Seperti misalnya penggunaan kata “LOL” pada saat mengetik pesan. Kata “LOL” tidak berarti “tertawa terbahak-bahak” lagi secara harfiah. LOL sudah berubah atau berevolusi menjadi suatu kata yang dipergunakan bahkan ketika tidak ada sesuatu yang lucu. Texting juga mempopulerkan praktek penggantian seluruh kata hanya dengan karakter tunggal, seperti misalnya “Yes” menjadi “Y” ataupun yang lainnya.
Berdasarkan penelitian, ada banyak dampak negatif baik itu secara fisik maupun psikis terkait dengan masalah texting seperti contohnya orang-orang akan lebih banyak berbohong ketika mereka mengetik ataupun mengirimkan pesan. Seperti misalnya pada paragraph yang diatas. Penggunaan kata “LOL” belum tentu berarti si pengetik pesan akan tertawa terbahak-bahak, bahkan bisa saja sebenanrnya aslinya sedang marah ataupun merasa sedih.
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PENGGUNAAN TEXTING
Terdapat keuntungan dan kerugian menggunakan pesan teks atau texting. Ini adalah beberapa keuntungan dan kerugian texting ketika menggunakan e-mail, sebagai berikut:
· Keuntungan
1. Nyaman
Kita tak perlu pergi ke kantor pos, membeli amplop dan perangko untuk mengirim pesan. Cukup duduk di depan komputer yang terhubung internet dan ketik pesan kita lalu kirim ke alamat tujuan. Sekarang ini bahkan kita dapat mengirim e-mail lewat media komunikasi mobile seperti ponsel atau PDA (Personal Data Assistant).
2. Cepat
Pengiriman e-mail dapat berlangsung dengan cepat, asalkan saluran internet yang kita gunakan tidak bermasalah. Kita dapat mengirimkan e-mail ke belahan dunia manapun dalam beberapa detik, bahkan beberapa menit kemudian kita dapat menerima balasan dari orang yang kita kirimi e-mail.
3. Murah
Sekali kita terhubung ke internet, biaya pengiriman e-mail relatif sangat murah dibandingkan penggunaan telepon atau surat, terutama jika kita mengirim e-mail ke luar daerah atau luar negeri (bandingkan dengan biaya telepon interlokal maupun antarnegara).
4. Hemat Sumber Daya
Kita tak perlu membeli kertas, pulpen atau memboroskan tinta printer untuk mencetak surat. Isi pesan dalam e-mail dapat digandakan dan dikirim ke orang lain tanpa perlu mengeluarkan biaya fotokopi.
5. Reliabel
Kita dapat menyimpan e-mail di server e-mail yang tidak akan hilang kecuali kita hapus. Kasus kehilangan e-mail sangat jarang.
6. Global
Sebagai seorang mahasiswa di era globalisasi, kemampuan menggunakan e-mail sangat bermanfaat karena e-mail merupakan sarana komunikasi global.
7. Memungkinkan Pengiriman Pesan Berformat Multimedia
Sekarang ini e-mail tidak hanya digunakan untuk mengirim pesan berbentuk teks (tulisan) saja. Isi e-mail dapat berupa file multimedia yang meliputi gambar, video, program bahkan suara.
· Kelemahan
Meskipun memiliki banyak keuntungan, kita harus menyadari bahwa tidak setiap orang memiliki e-mail. Dibandingkan dengan teknologi ponsel, teknologi internet, khususnya e-mail belum terlalu memasyarakat. Berikut ini beberapa kelemahan penggunaan e-mail sebagai alat komunikasi.
1. Salah Kirim
Jika kita mengirim pesan e-mail yang sifatnya rahasia atau memuat data-data pribadi kita ke alamat yang salah (hanya karena salah mengetik alamat e-mail), rahasia kita akan terbuka. Untuk itu, kita harus berhati-hati menuliskan alamat e-mail tujuan.
2. Adanya Kemungkinan Pemalsuan Identitas
Ingat, alamat e-mail belum tentu mencerminkan identitas pengirim yang sebenarnya. Jadi hati-hatilah ketika menerima e-mail dengan nama yang kita kenal, belum tentu e-mail tersebut benar-benar dari orang yang dimaksud.
3. Kebanjiran E-mail
Mailbox kita mungkin lama kelamaan kebanjiran e-mail, baik karena terlalu lama kita tidak menghapus e-mail atau karena kita menerima kiriman e-mail yang sangat banyak dalam waktu singkat.
4. Sampah E-mail
Kita mungkin menerima kiriman e-mail sampah (junk e-mail) yang berupa iklan komersial atau penipuan yang tidak diharapkan. E-mail ini dikenal dengan istilah spam, yang biasanya dikirim ke banyak pengguna internet dengan tujuan promosi atau penipuan. Kita perlu mewaspadai via e-mail ini.
5. Respon Terlambat
Salah satu kendala komunikasi lewat e-mail adalah lambatnya balasan. Kita harus menyadari bahwa tidak setiap orang membaca e-mail setiap hari, atau ada oarang yang menerima begitu banyak e-mail setiap hari sehingga e-mail anda terlewatkan untuk dibaca atau bahkan terhapus tanpa sengaja. Oleh karena itu, jika kita ingin e-mail cepat dibalas, sebaiknya anda beritahu si penerima misalnya lewat telepon atau sms.
Hal lainnya yang menjadi efek dari texting ataupun mengetik pesan adalah terlalu banyak mengetik pesan dapat memutuskan hubungan antara sebuah pasangan. Peneliti dari Brigham Young University melakukan sebuah penelitian yang mengikutsertakan 276 orang dewasa awal di seluruh negeri dan menemukan bahwa terhubung terus-menerus melalui teknologi dapat menciptakan sebuah jurang yang cukup besar dan meningkatkan terputusnya hubungan yang berkomitmen.
Berdasarkan Journal of Couple and Relationship Therapy yang berisi laporan dari para peneliti yang melakukan penelitian diatas mengatakan bahwa untuk perempuan mereka seringkali menggunakan pesan teks sebagai permintaan maaf, mengatasi perbedaan ataupun membuat keputusan dan dikaitkan dengan kualitas hubungan yang rendah. Sementara untuk pria dinyatakan bahwa terlalu sering mengirim pesan dikaitkan pula dengan kualitas hubungan yang rendah.
Selain itu pula dengan texting dapat menimbulkan suatu kecemasan. Hal ini terjadi ketika misalnya seorang individu mengirimkan pesan pada individu lain dan amat sangat menunggu balasannya sehingga semakin lama pesan tersebut tidak dibalas maka akan semakin buruk perasaan individu karena merasa perasaannya digantungan dengan suatu ketidakpastian.
Tidak hanya itu, bahkan para penerima texting-pun memiliki tafsir atau mengartikan hal yang berbeda dengan apa yang dimaksudkan oleh si pengirim teks. Hal ini dikarenakan dalam texting tidak ada bahasa tubuh ataupun gesture, ataupun nada suara seperti percakapan pada umumnya sehingga bisa saja menjadi salah satu dampak negatif dari texting. Oleh karena itu, penggunaan texting bisa diatasi dengan penggunaan komunikasi suara atau menelepon.
Kesimpulannya, texting adalah penulisan pesan teks yang singkat antara dua orang atau lebih untuk mengenal identitas seseorang, merasakan perasaan, dan menjalin sebuah hubungan. Dampak penggunaan texting itu sendiri bergantung dari cara seseorang menyikapi atau meresponnya yang akan menimbulkan penilaian positif atau negatif terhadap isi pesan teks tersebut. Begitupun dengan keuntungan maupun kelemahan penggunaan texting juga bergantung pada bagaimana seseorang menggunakannya. Ada berbagai keterbatasandalam berkomunikasi menggunakan pesan teks atau texting, hal ini dapat diatasi dengan menggunakan pesan suara maupun video call.
REFERENSI
Huges, M. (2018, January). How texting changed language. Retrieved May 30, 2018, from The Next Web: https://thenextweb.com/offers/2018/06/02/jumpstart-your-creativity-with-scapple-brain-mapping-software-only-9-99/
Suler, J. (2005, June -). The Basic Psychological Features of Cyberspace. Retrieved May 30, 2018, from www.rider.edu: http://users.rider.edu/~suler/psycyber/basicfeat.html
Sulong, A. (2012, October 15). Keuntungan dan Kelemahan Surat Elektronik. Retrieved May 29, 2018, from Anderso's blog cool: http://andersonsulongxia1.blogspot.com/2012/10/keuntungan-dan-kelemahan-surat.htmlhttp://andersonsulongxia1.blogspot.com/2012/10/keuntungan-dan-kelemahan-surat.html
Williams, R. (2015, April 2). The physical and psychological impact of texting. Retrieved May 30, 2018, from Linkedin: https://www.linkedin.com/pulse/physical-psychological-impact-texting-ray-williams
Comments
Post a Comment