Manusia Dan Budaya
Manusia
dan Kebudayaan adalah dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain. Dalam
uraian kali ini saya akan mencoba untuk membahas tentang manusia dan
kebudayaan.
A.
Pengertian Manusia
Manusia di alam dunia ini memegang peranan
yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “manusia
adalah makhluk
yg berakal budi (mampu menguasai makhluk lain); insan; orang (nomina)” .
Menurut Wikipedia “Manusia atau Orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis,rohani,dan istilah kebudayaan,atau secara campuran.
Menurut Zakiyah Drajat (1994) bahwa manusia dalam pandangan kebendaan hanyalah merupakan sekepal tanah di bumi.
Menurut Wikipedia “Manusia atau Orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis,rohani,dan istilah kebudayaan,atau secara campuran.
Menurut Zakiyah Drajat (1994) bahwa manusia dalam pandangan kebendaan hanyalah merupakan sekepal tanah di bumi.
Dalam
ilmu eksakta (ilmu yg berdasarkan
ketepatan dan kecermatan dl metode penelitian dan analisis) , manusia di
pandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk
jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia). Manusia
merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama
lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu Fisika), manusia merupakan mahluk
biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia (biologi).
Dalam ilmu-ilmu sosial,manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan,sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik) ,mahluk yang berbudaya ,sering disebut homo-humanus (filsafat) ,dan lain sebagainya.
Secara bahasa,manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Dalam ilmu-ilmu sosial,manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan,sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik) ,mahluk yang berbudaya ,sering disebut homo-humanus (filsafat) ,dan lain sebagainya.
Secara bahasa,manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
B.
Hakikat Manusia
a.
Menurut
Plato
Seorang filsuf dan matematikawan, murid dari
Socrates yang pandangan dan metodenya juga telah membantuk terbentuknya fondasi
dunia filsafat barat. Ranah pemikirannya sampai kepada, etic, logika, filsafat,
agama, retorik dan matematika. Hakikat manusia menurut plato adalah :
·
Setiap manusia lahir dengan memilki
kebutuhan biologis masing-masing
Tugas paling mendasar dari jiwa manusia adalah untuk mengejar pengetahuan.
Tugas paling mendasar dari jiwa manusia adalah untuk mengejar pengetahuan.
·
Kebutuhan dari jiwa yang menginginkan
pemurnian dari badannya, dan jiwa tersebut tidak akan dapat murni sampai dia
mati.
·
Bagian paling rasional dari jiwanya adalah
bagian yang dapat mendapatkan kebenaran. Ini adalah tugas dari yang
tercerahkan.
·
Jiwa memiliki tiga bagian, yang
mempertanyakan, semangat, dan hasrat.
·
Jika manusia tidak berkecimpung di dalam
sebuah kelompok, dia tidak akan bertahan.
·
Interaksi sosialah yang membuat kita
benar-benar manusia.
Sementara menurut pada buku “Ilmu Budaya Dasar
“ yang di terbitkan oleh Gunadarma Di edisi pertama cetakan kelima tertulis
bahwa hakikat manusia adalah sebagai berikut ;
a. Mahluk ciptaan tuhan yang terdiri
dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat,diraba
,dirasa,wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal,
tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwanya terdapat didalam tubuh,tidak dapat
dilihat,tidak dapat diraba,sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia
meninggal, jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa
tidak mengalami kehancuran. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia
sebagai penggeran dan sumber kehidupan.
b.
Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna,jika
dibandingkan mahluk lainnya.dengan
Kesempurnaannya terletak pada adab dan
budayanya ,karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal,perasaan,dan
kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu
menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baik dan
buruk,mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan,menilai dan berkehendak
menciptakan kebenaran,keindahan,kebaikan atau sebaliknya.
Selanjutnya dengan
adanya perasaan, manusia mampu menciptakan kesenian. Perasaan dalam diri
manusia itu ada 2 macam, yaitu ;
1. Perasaan Inderawi
Adalah rangsangan jasmani melalui
pancaindra,tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau binatang.
2. Perasaan Rohani
Adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada
manusia misalnya :
· - Perasaan
intelektual , yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan. Seperti ketika
seseorang merasa senang apabila ia berhasil mengetahui sesuatu atau tidak
senang apabila gagal mengetahui sesuatu.
· -Perasaan estetis,
yaitu perasaan yang berkenaan dengan keindahan. Contohnya seseorang merasa
senang apabila ia melihat atau mendengar sesuatu yang indah,sebaliknya timbul
perasaan kesal apabila yang ia dengar tidak indah.
· -Perasaan etis,
yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan, seseorang merasa senang apabila
sesuatu yang ia lihat baik begitupun sebaliknya.
· -Perasaan diri,
yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang
lain. Contohnya apabila seseorang
memiliki kelebihan pada dirinya,ia merasa tinggi,angkuh bahkan sombong ,dan
sebaliknya apabila terdapat kekurangan pada dirinya ia merasa rendah diri.
· -Perasaan sosial,
yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup
bermasyarakat, ikut merasaakn kehidupan orang lain. Apabila sesuatu kelompok
berhasil ia akan ikut senang ,dan sebaliknya apabila suatu kelompok tersebut
gagal,ia ikut sedih.
· -Perasaan
religius, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan.
Seseorang dapat merasa tentram jiwanya apabila ia tawakal kepada Tuhan ,yaitu
mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
c.
Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang
budayawi
Sebagai mahluk hayati, manusia dapat
dipelajari dari segi-segi anatomi,fisiologi atau
faal,biokimia,psikologi,patologi,genetika,biodemografi,evolusi biologisunya,dan
sebagainya. Sementara sebagai mahluk budayawi,manusia dapat dipelajari dari
segi-segi kemasyarakat,kekerabatan,psikologi sosial,kesenian,ekonomi,perkakas,bahasa,dan
sebagainya.
d.
Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan
lingkungan (ekologi), mempunyai kulitas dan martabat karena kemampuan bekerja
dan berkarya
Soren
Kienkegaard, seorang filsuf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang
manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat
dengan lingkungannya (ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada
hukum alamiah pula.
Hidup manusia memiliki 3 taraf yaitu ;
Hidup manusia memiliki 3 taraf yaitu ;
-
Estetis : dengan
kehidupan estetis,manusia mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang
mengagumkan dan mengungkakan kembali (karya) dalam tulisan,tarian,nyanyian yang
indah.
-
Etis : manusia
meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk
keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan.
-
Religius :
manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan.
C.
Kepribadian Bangsa Timur
Ilmu
psikologi yang memang berasal dan timbul dalam masyarakat Barat,dimana konsep
individu itu mengambil tempat yang amat penting, biasanya menganalisis jiwa
manusia dengan terlampau banyak menekan kepada pembatasan konsep individu
sebagai kesatuan analasisis tersendri.
Francis L.K Hsu, sarjana Amerika
keturunan Cina yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam ilmu
antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesusastraan cina klasik.
Dengan keahlian dalam ilmu tersebut Hsu menyusun konsep
kepribadian timur sebagai alternative konsep kepribadian menurut
psikologi barat (eropa dan amerika). Teorinya disebut teori kepribadian Jen
dari sastra Cina, yang berarti manusia yang berjiwa selaras, manusia yang
berkepribadian. Konsep tersebut ditulis dalam majalah American anthropologist
vol. 73 tahun 1971 dengan judul psychologist homeostatis and Jen (pp. 23 - 44).
Konsep kepribadian selaras untuk menganalisis jiwa manusia masyarakat timur,
misalnya Cina, Jepang, Asia, termasuk juga Indonesia ( koentjaraningrat, 1992,
p. 129 ).
Hsu menggambarkan lingkungan alam kehidupan jiwa atau
kepribadian manusia itu ada delapan lingkaran yang konsentris.Lingkaran
tersebut hanya tehnis analisisdan tidak matematis, sehingga gambarannnya bukan
lingkaran sempurna, tetapi gambraran yang mengelilingi atau mengitari individu.
1. Lingkaran ke 7 sebagai
pusatnya, jadi paling dalam, untuk menggambarkan kehidupan jiwa yang tidak
disadari. Isi dari bagian lingkaran ke 7 ini ialah semua cipta, rasa, karsa,
yang semula disadari , tetapi lalu ditekan atau didesak masuk kedalam tidak
sadaran, lama- lama menjadi tidak disadari.
2. Lingkaran ke 6 yang
terletak diluar lingkaran ke7, tetapi sepusat dengan lingkaran ke7 tadi,
merupakan lapisan bawah sadar atau sub sadar. Lapisan ini berbatasan dengan
lingkaran berikutnya, yakni lingkaran ke5. lapisan ke6 ini isinya sama dengan
lapisan ke7, hanya berbeda tingkat ketidaksadarannya. Maka kedua lingkaran ini
disebut lapisan lingkaran tidak sadar. Dua lapisan paling dalam ini mirip
dengan konsep sigmund freud, sebagai lapisan das es atau Id.
3. Lingkaran ke5 adalah
menggambarkan lapisan kesadaran jiwa, tetapi tidak dinyatakan. Isinya mengenai
pikiran-pikiran dan gagasan yang disadari penuh individu yang bersengkutan,
tetapi tidak pernah dinyatakan kepada orang lain atau siapapun. Mengapa isi
kesadaran tersebut tidak dinyatakan kepaada orang lain, mungkin ada beberapa
alasan, anatara lain :
a. Ia takut salah atau
takut dimarahi orang lain, atau malu, karena mempunyai maksud jahat.
b. Ia enggan
menyatakannya karena takut tidak mendapat respon baik atau bahkan ditolak.
c. Ia malu karena takut
ditertawakan oleh orang lain.
d. Ia tidak mempunyai
atau tidak menemukan kata-kata atu perumusan yang cocok untuk menyatakan
gagasan tadi pada orang lain.
4. Lingkaran lapisan ke
4, disebut lapisan kesdaran yang dinyatakan. Isinya adalah pikiran- pikiran,
gagasan - gagasan, perasaan-perasaan, dan sebaagainya yang dapat dinyatakan
secara terbuka kepada orang lain, dan dapat diterima dengan mudah oleh
sesamanya. Misalnya : simpati, kegembiraan, kemarahan, pendapat, gagasan,
keinginan dan sebaagainya. Jadi isi lapisan ke 4 ini adalah bahan-bahan
untuk berkomunikasi dengan siapapun, baik di rumah, sekolah, tempat kerja,
masyarakat dan lain-lain.
5. Lingkaran ke 3,
disebut lapisan lingkaran hubungan karib atau hubungan akrab, disebut juga
hubungan dekat. Berisi tentang : konsepsi tentang orang lain, benda, binatang
yang diajak komunikasi oleh individu secara intim atau eksklusif. Pergaulan
karib ini biasanya digunakan individu untuk tempat berlindung, curhat, tempat
menghilangkan tekanan batin. Pendukung pada lapisan ini adalah dalam hal
kejiwaan individu adalah : orang tua, sahabat, saudara, teman dekat dan
sebagainya. Lingkaran kejiwaan ke 3 ini sebagai dasar kehidupan kerohanian
manusia dan bersama lingkunagnnya hidup jiwa ke 4 menjadi dasar untuk membangun
kehidupan pribadi yang aman, tentaram, harmonis, stabil, sekaligus dinamis.
Atau yang disebut homeostatis psikologis.
6. Lingkungan kehidupan
kejiwaan dengan hubungan kegunaan, digambarkan dengan lingkaran ke 2. Misalnya
hubungan antar pedagang pembeli, mandor karayawan, jadi hubunagn ini tidak
perlu pada sampai hubungan karib atau dekat.
7. Lingkaran no 1 sebagai
gambaran lingkaran hubungan jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam jiwa
tentang manusia, benda-benda, pengetahuan, adat, dan sebagainya jarang sekali
memberi pengaruh langsung kepada kehidupan manusia karena dianggap tidak dekat
atau jauh dengan individu yang bersangkutan. Karena tidak ada tempat dan fungsi
langsung dalam kehidupan mereka pada setiap harinya.
8. Lingkaran no 0 lingkatran yang paling luar, dapat disebut dengan hubungan luar. Berisi tentang
pikiran dan anggapan, anggapan yang mirip denagn isi pada lingkaran no 1.
tetapi ada beberapa perbedaan yaitu :
a. Isi kejiwaan dalam
lingkaran no 1 adalah hal-hal diluar masyarakat individu yang bersangkutan,
tetapi masih dalam lingkungan bangsa dan negaranya.
b. Isi kejiwaan dalam no
0 telah terletak diluar masyarakat dan bangsa dari individu yang bersngkutan.
Misal tentang hubungan antar individu dengan negara asing seperti Prancis, bagi
orang awam merupakan hubungan yang sangat jauh dengan kehidupannya. Tetapi bagi
orang yang mungkin punya kenangan dengan negara- negara akan masuk dalam
kejiwaannya.
Sebagian besar isi
kejiwaan manusia, misalnya pengetahuan, pengertiannya tentang adat istiadat,
kebudayaan, lingkungan, nilai-nilai dan norma, pandangan hidup, menurut
psikologi barat terkandung dalam kepribadian manusia. Hal inilah yang menjadi
konsep ego. Hsu berpendapat, bahwa manusia memerlukan suatu daerah isi jiwa
tambahan, untuk memuaskan suatu kebutuhan kejiwaan yang bersifat mendasar dalam
hidupnya.
Daerah pada 7,6,5 merupakan daerah kepribadian manusia dan daerah no 3 merupakan daerah mendasar yang berisi tentang cinta, kemesraan, dan juga rasa takut yang hakiki, mendasar, fundamental dalam kehidupan manusia. Misalnya adanya iman dan takwa terhadap tuhan YME, adanya ideologi, pandangan hidup, agama, merupakan sasaran bagi kebaktian mutlak manusia. Isi kejiwaan semacam ini terdapat pada no 3, denagn demikian manusia mampu menjalani hidup dengan selaras dan seimbang, dapat hidup harmonis.
Daerah pada 7,6,5 merupakan daerah kepribadian manusia dan daerah no 3 merupakan daerah mendasar yang berisi tentang cinta, kemesraan, dan juga rasa takut yang hakiki, mendasar, fundamental dalam kehidupan manusia. Misalnya adanya iman dan takwa terhadap tuhan YME, adanya ideologi, pandangan hidup, agama, merupakan sasaran bagi kebaktian mutlak manusia. Isi kejiwaan semacam ini terdapat pada no 3, denagn demikian manusia mampu menjalani hidup dengan selaras dan seimbang, dapat hidup harmonis.
Dengan konsep
psiko-sosiogram, Hsu mengusulkan konsep kepribadian timur sebagai alternatif
konsep kepribadian barat. Konsep ini adalah konsep Jen, konsep menurut agama
budha di Cina. Jen berarti manusia yang berjiwa selaras dan berkepribadian.
Dengan arti bahwa manusia mampu menjaga hubungan antara dirinya dengan
lingkungan sekitarnya yang paling dekat dan serius, kepada siapa dapat
mencurahkan rasa cinta, kemesraan, dan baktinya.
Daerah lingkaran 4 dan 3 merupakan daerah ranah psikologi homeostatis, yakni yang berjiwa selaras dalam individu manusia.Konsep kepribadian timur yang dikemukakan oleh Hsu dimaksudkan untuk tidak membatasi manusia yang hanya mahluk individual, tetapi tetap berhubungan dengan lingkungan sosial budayanya
Daerah lingkaran 4 dan 3 merupakan daerah ranah psikologi homeostatis, yakni yang berjiwa selaras dalam individu manusia.Konsep kepribadian timur yang dikemukakan oleh Hsu dimaksudkan untuk tidak membatasi manusia yang hanya mahluk individual, tetapi tetap berhubungan dengan lingkungan sosial budayanya
D.
Kebudayaan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ,
Kebudayaan adalah hasil
kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian,
dan adat istiadat atau keseluruhan
pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami
lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya. Kebudayaan
jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata “Budhayah” yang
berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata “colere”,
yang berarti mengolah tanah. Jadi, secara umum dapat diartikan sebagai dapat
diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran)
manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya; atau dapat
pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahanan
hidupnya di dalam lingkungannya” .
Kebudayaan menurut para ahli :
·
Ki Hajar Dewantara: “Kebudayaan adalah buah budi manusia dalam hidup bermasyarakat”
·
Koentjaraningrat, guru besar Antropologi
di Universitas Indonesia:“Kebudayaan adalah keseluruhan sistem,
gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat
yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar”.
·
Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma
sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius,
dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat.
·
Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya
terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
·
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
·
R. Linton (The Cultural Background of
Personality) Kebudayaan adalah konfigurasi dari
tingkah laku dan hasil laku, yang unsur-unsur pembentukannya didukung serta
diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu.
·
Dr. Moh. Hatta, Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa
E.
Unsur – unsur kebudayaan
Kebudayaan
setiap bangsa atau masyarakat terdri dari unsur-unsur besar maupun kecil yang
merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai kesatuan. Misalnya dalam
kebudayaan Indonesia dapat dijumpai unsur besar seperti Majelis Pemusyawaratan
Rakyat disamping unsur-unsur kecil seperti sisir,kancing,baju,peniti dan
lainnya yang di jual di pinggir jalan.
Dimana Menurut
Melville J. Herkovits, seorang Antropolog asal Amerika Serikat mengajukan
pendapatnya bahwa hanya ada empat unsur kebudayaan, yaitu alat-alat teknologi,
sistem ekonomi, keluarga, dan kekuatan politik.
Sedangkan Bronislaw
Malinowski, seorang Antropolog yang berasal dari Polandia mengatakn bahwa
unsur-unsur budaya terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat
atau lembaga ataupun petugas pendidikan, dan organisasi kekuatan.
Sementara C.Kluckhohn
pada karya nya yang berjudul “Universal Categories Of Culture” mengemukakan
bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal,yaitu :
1.
Sistem religi (Sistem kepercayaan)
Adalah manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur (homo religius) .
Adalah manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur (homo religius) .
2.
Sistem Organisasi Kemsyarakatan
Adalah manusia sadar bahwa tubuhnya lemah,namun memiliki akal,maka disusunlah organisasi kemsyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya (Homo Socius)
Adalah manusia sadar bahwa tubuhnya lemah,namun memiliki akal,maka disusunlah organisasi kemsyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya (Homo Socius)
3.
Sistem Pengetahuan
Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri maupun orang lain. Kemampuan manusia mengingat-ingat apa yang diketahui lalu di sampaikan kepada orang lain melalui bahasa ,menyebabkan pengetahuan menyebar luas (homo sapiens) .
Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri maupun orang lain. Kemampuan manusia mengingat-ingat apa yang diketahui lalu di sampaikan kepada orang lain melalui bahasa ,menyebabkan pengetahuan menyebar luas (homo sapiens) .
4.
Sistem mata pencaharian hidup dan sistem
ekonomi
Merupakan manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
Merupakan manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
5.
Sistem teknologi dan peralatan
bersumber dari pemikirannya yang cerdas dan di bantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat,manusia dapat membantu dan mempergunakan alat (Homo Faber) .
bersumber dari pemikirannya yang cerdas dan di bantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat,manusia dapat membantu dan mempergunakan alat (Homo Faber) .
6.
Bahasa
Bahasa manusia pada mulanya diwujudkan dalam bentuk tanda (kode) yang kemudian disempurnakan dalam bentuk bahasa lisan hingga akhirnya menjadi bentuk bahasa tulisan (Homo longuens)
Bahasa manusia pada mulanya diwujudkan dalam bentuk tanda (kode) yang kemudian disempurnakan dalam bentuk bahasa lisan hingga akhirnya menjadi bentuk bahasa tulisan (Homo longuens)
7.
Kesenian
Manusia tidak hanya memenuhi kebutuhan isi perut saja,mereka juga perlu pandangan mata yang indah, suara yang merdu, yang semuanya dapat dipenuhi melalui kesenian (Homo aesteticus) .
Manusia tidak hanya memenuhi kebutuhan isi perut saja,mereka juga perlu pandangan mata yang indah, suara yang merdu, yang semuanya dapat dipenuhi melalui kesenian (Homo aesteticus) .
F.
Wujud kebudayaan
Menurut Koentjaraningrat kebudayaan itu dibagi
menjadi tiga wujud, yaitu :
- · Wujud sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, dan peraturan. Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.
- · Wujud sebagai suatu kompleks aktifitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati atau diobservasi dan sering disebut sistem sosial.
- · Wujud kebudayaan sebagi benda-benda hasil karya manusia. Wujud yang terakhir aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. Aktivitas karya manusia tersebut menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya. Kebudayaan dalam bentuk fisik yang kongkret bisa juga disebut kebudayaan fisik, mulai dari benda yang diam sampai pada benda yang bergerak.
G.
Perubahan kebudayaan
Masyarakat dan kebudayan dimanapun
selalu dalam keadaan yang berubah-ubah. Sekalipun masyarakat dan kebudayaan
primitif yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya.
Ada lima penyebab terjadi perubahan
kebudayaan, yaitu :
1.
Perubahan lingkungan alam
2.
Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan
kelompok lain
3.
Perubahan karena adanya penemuan (discovery)
4.
Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat
atau bangsa mengadopsi beberapa elemen kebudayaan material yang telah
dikembangkan oleh bangsa lain ditempat lain
5.
Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa
memodifikasi cara hidupnya dengan dengan mengadopsi suatu pengetahuan atau
kepercayaan baru atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya
tentang realitas
Faktor-faktor yang mempengaruhi diterima atau
tidaknya unsur kebudayaan baru :
·
Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau
kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar
masyarakat tersebut.
·
Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang
dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama, dan ajaran
ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada, maka penerimaan unsur
baru itu mengalami hambatan dan hasur disensor dulu oleh berbagai ukuran yang
berlandaskan ajaran agama yang berlaku.
·
Corak struktur sosial suatu masyarakat turut
menentukan proses penerimaan kebudayaan baru, misal sistem otoriter akan sukar
menerima unsur kebudayaan baru.
·
Suatu unsur kebudayaan diterima jika
sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi
diterimanya unsur kebudayaan yang baru.
·
Apabila unsur yang baru itu memiliki skala
kegiatan yang terbatas dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga
masyarakat yang bersangkutan.
Penyebab terjadinya perubahan kebudayaan, yaitu :
o
Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat
dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
o
Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan
fisik tempat mereka hidup, juga karena adanya difusi kebudayaan,
penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi. Proses akulturasi di
dalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa silam.
Biasanya suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat-masyarakat
lainnya dan antara mereka terjadi hubungan-hubungan, mungkin dalam lapangan
perdagangan, pemerintahan dan sebaginya. Pada saat itulah unsur-unsur
masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran, dahulu
kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut.
H.
Kaitan manusia dan kebudayaan
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan
dinilai sebagai dwitunggal,maksudnya walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya
merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan dan setelah kebudayaan
itu tercipta maka kebudayaan mengatur kehidupan manusia agar sesuai dengannya. Contoh
yang bisa kita lihat dan kita rasakan adalah hubungan antara manusia dengan
peraturan-peraturan kemasyarakatan.
Dari
sisi lain, hubungan antara mannusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara
dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai saling
terkait satu sama lain (dialektis) . proses dialektis ini tercipta melalui tiga
tahap,yaitu :
o
Eksternalisasi,proses dimana manusia
mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
o
Obyektivasi, proses dimana masyarakat menjadi
realitas yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan
manusia.
o
Internalisasi , proses dimana masyarakat
disergap kembali oleh manusia. Maksudnya manusia mempelajari kembali masyarakat
sendiri agar dia dapat hidup dengan baik,sehingga manusia menjadi kenyataan
yang dibentuk oleh masyarakat.
Manusia dan
kebudayaan atau manusia dan masyarakat, mempunyai hubungan keterkaitan yang
erat satu sama lain.
Daftar Pustaka :
- www.wikipedia.com
- Buku Pengantar Ilmu Antropologi oleh Koentjaraningrat
- Buku Ilmu Budaya Dasar oleh Universitas Gunadarma
- Buku Pengantar Antropologi oleh Universitas Gunadarma


Comments
Post a Comment